Aplikasi Augmented Reality (AR)
Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan objek virtual
dua dimensi ataupun tiga dimesi ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu
memproyeksikan objek-objek virtual tersebut secara real time. Ada tiga prinsip
dari augmented reality. Pertama yaitu AR merupakan penggabungan dunia nyata dan
virtual, AR berjalan secara interaktif secara real time, dan terdapat integrasi
antar benda dalam tiga dimensi, yaitu benda maya yang terintegrasi dalam dunia
nyata. Sistem AR kini telah dikembangkan untuk berbagai aplikasi, diantaranya
yakni pada bidang hiburan, pendidikan, ilmu kedokteran, ilmu teknik, ilmu
pabrik, dan lain sebagainya.
Berdasarkan definisi di atas, secara sederhana AR bisa didefinisikan
sebagai lingkungan nyata yang ditambahkan objek virtual dengan integrasi
teknologi komputer. Teknologi ini dapat menyajikan interaksi yang menarik bagi
user, karena dengan adanya teknologi ini user dapat merasakan obyek virtual
yang seakan-akan benar-benar ada di lingkungan nyata.
Metode Augmented Reality Terdapat 2 jenis metode pencitraan dalam
augmented reality, yaitu ;
1. Marker
Based Tracking Salah satu metode yang sudah cukup lama dikenal dalam teknologi
augmented reality adalah Marker Based Tracking. Sistem dalam AR ini membutuhkan
penanda (marker) berupa gambar yang dapat dianalisis untuk membentuk reality.
Penanda gambar tersebutlah yang disebut dengan marker. Marker-Based AR memiliki
ciri khas yakni menggunakan fitur kamera pada device untuk menganalisa marker
yang tertangkap untuk menampilkan obyek virtual seperti video. Pengguna dapat
menggerakan device untuk melihat obyek virtual pada berbagai macam sudut yang
berbeda. Sehingga user dapat melihat obyek virtual dari berbagai sisi.
2. Markerless
Augmented Reality Salah satu metode augmented reality yang saat ini sedang
berkembang adalah metode Markerless Augmented Reality, dengan metode ini
pengguna tidak perlu lagi menggunakan sebuah marker untuk menampilkan
elemen-elemen digital. Contoh dari Markerless AR adalah Face Tracking, 3D
Object Tracking, dan Motion Tracking. Selain itu terdapat juga AR yang
menggunakan GPS atau fitur compass digital. Teknik GPS Based Tracking
memanfaatkan fitur GPS dan kompas yang ada di dalam smartphone, aplikasi akan
menampilkannya dalam bentuk arah atau tempat yang kita inginkan secara real-time.
Komponen Augmented Reality
Dalam penerapannya teknologi augmented reality memiliki beberapa
komponen yang harus ada untuk mendukung kinerja dari proses pengolahan citra
digital. Adapun komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut (Silva, et
al. 2003) :
1. Scene
Generator Scene Generator adalah device atau perangkat lunak yang bertugas
untuk melakukan rendering. Rendering adalah proses membangun gambar atau obyek
tertentu dalam AR.
2. Tracking
System Tracking system merupakan komponen yang terpenting dalam augmented
reality. Dalam proses tracking dilakukan sebuah pendeteksian objek virtual
dengan objek nyata dengan pola tertentu.
3. Display
Terdapat beberapa faktor yang perlu di perhatikan dalam pembangunan sistem AR
yaitu faktor resolusi, feksibilitas, titik pandang, dan tracking area. Pada
tracking faktor pencahayaan menjadi hal yang peru diperhatikan karena dapat
mempengaruhi proses display.
4. AR
Devices AR dapat digunakan pada beberapa device seperti pada smartphone. Saat
ini, beberapa aplikasi dengan teknologi AR telah tersedia pada Android, IPhone,
Windows Phone, dan lain sebagainya. Selain itu, AR juga dapat digunakan pada PC
dan televisi yang terhubung dengan kamera seperti webcam
Kelebihan dan kekurangan Augmented Reality
Kelebihan dan kekurangan Augmented Reality sebagai berikut:
1.
Kelebihan
Augmented Reality
a. Lebih interaktif
b. Efektif dalam penggunaan
c. Dapat diimplementasikan secara luas dalam
berbagai media
d. Modeling objek yang sederhana, karena hanya
menampilkan beberapa objek
e. Pembuatan yang tidak menekan terlalu banyak
biaya 30
f. Mudah untuk dioperasikan
2.
Kekurangan
Augmented Reality
a. Sensitif dengan perubahan sudut padang
b. Pembuat belum terlalu banyak
c. Membutuhkan banyak memori pada peralatan yang
dipasang.
Teknologi augmented reality dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang,
salah satunya adalah pada bidang pendidikan. Pada penelitian ini, augmented
reality akan diterapkan dalam pembelajaran matematika bangun datar yakni untuk
membantu penggambaran ilustrasi obyek secara tiga dimensi.
Tujuan utama penggunaan AR dalam dunia Pendidikan
adalah untuk menjelaskan topik yang menarik serta memberikan tambahan informasi
yang dapat dilakukan oleh teknologi AR. Selain itu permainan edukasi AR dan
eksperimen laboratorium berbasis AR juga merupakan bidang yang sedang
berkembang saat ini.
Media pendidikan sangat diperlukan sebagai perantara penyampai pesan,
guna meminimalkan kegagalan selama proses komunikasi berlangsung. Bethany
(2014) mengemukakan bahwa proses belajar adalah proses penyampaian pesan/materi
dari pemberi pesan (guru) ke penerima pesan (peserta didik). Proses pengubahan
pesan/materi menjadi simbol komunikasi baik verbal maupun nonverbal disebut
encoding. Penafsiran simbol komunikasi oleh peserta didik disebut decoding.
Dalam proses penyampaian pesan/materi tersebut ada kalanya berhasil, ada
kalanya tidak. Kegagalan dalam proses komunikasi ini disebut noise/bariere.
Media pembelajaran sangat diperlukan guru untuk membantu menyampaikan materi
dalam sebuah proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang baik haruslah memuat
aspek interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi dan memberikan ruang yang
lebih bagi siswa untuk dapat mengembangkan kreativitas dan kemandirian, sesuai
dengan bakat dan minat siswa. Meskipun guru hanya sebagai fasilitator dalam
sebuah pembelajaran, dan siswa yang dituntut untuk lebih aktif, guru harus
mampu membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan untuk merangsang siswa
lebih aktif dalam belajar.
Kegiatan pembelajaran yang menyenangkan sangat dipengaruhi oleh berbagai
faktor, salah satunya adalah pemilihan media pembelajaran yang digunakan
haruslah dapat menarik bagi siswa untuk belajar, interaktif saat digunakan,
namun tidak mengurangi esensi materi yang disampaikan. Perkembangan teknologi
yang semakin maju, tentunya berpengaruh kedalam berbagai sektor kehidupan
manusia. Perkembangan ini turut berperan dalam perkembangan sebuah media
pembelajaran. Media pembelajaran menjadi semakin menarik dan semakin ringkas
meskipun tidak mengurangi esensi dari materi. Salah satu perkembangan media
pembelajaran yang saat ini masih baru adalah media pembelajaran dengan
menggunakan Augmented Reality.
Augmented Reality merupakan aplikasi penggabungan dunia nyata dengan
dunia maya dalam bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi yang diproyeksikan
dalam sebuah lingkungan nyata dalam waktu yang bersamaan. Augmented Reality
sering juga disebut dengan realitas tertambat. Aplikasi ini sering diterapkan
dalam sebuah game. Seperti yang dilansir dari inet.detik.com (2015) menyebutkan
bahwa Xbox Development dari Microsoft tidak hanya menghadirkan game dalam
bentuk Virtual Reality namun juga menghadirkan game dalam bentuk Augmented
Reality. Teknologi yang masih tergolong baru ini masih sedikit pemanfaatannya
di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar